Andre1

Iklan

PS3

Dengan gembira kedua anaku menerima hadiah bukan karena prestasi namun karena kasih sayang orang tua. Hadiah itu berupa PS3.

Sebetulnya, keputusan terberat mengijinkan suami membelikan PS3. Karena aku belum mampu mengajarkan banyak hal untuk bekal anak anaku.

Semoga kekhawatiranku tidak terjadi ya allah. Begitu sedih aku melihat anaku sore ini. Jam Sudah menunjukkan pukul 6 sore. Pengeras suara di mushola sudah memperdengarkan seruannya untuk segera beribadah. Namun anaku masih khusyu melihat PS3 nya. Sedihnya hati ini. Suami dengan setia menunggu anaku sambil melihat ke layar hp nya. 

Kebingungan melandaku. Keinginan agar anaku sholeh sangat kuat. Kuingat beberapa hari lalu. Kekecewaan suamiku akan anak pertamaku yang belum menyelesaikan jilid 3 qiraatinya. Padahal ada 8 temannya yang sudah khatam quran. Aku bingung melihat suamiku sedih dan kecewa. Bingung karena suamiku jarang mendengarkan anaku mengaji di akhir minggu, jarang meneladankan mengaji didepan anak kami. Mengapa sekarang dia kecewa?